Nina Yusab

Traveling – Culinary – Rundom Thougt

5 Makanan Wajib Cicip Di Pangandaran

Jalan-jalan tanpa kulineran seperti makan tanpa garam. Nggak asik sama sekali. So, kalau ke Pangandaran, Jawa Barat, sebenarnya banyak tuh makanan seru di sini, tapi, jangan lewatkan 5 makanan wajib cicip ini.

Pindang Gunung

Pindang Gunung namanya. Ikannya boleh apa saja, yang penting bumbunya pakai honje juga.

Pindang identik dengan masakan berkuah, segar dan gurih. Nah, asiknya di Pangandaran ini ada yang namanya Pindang Gunung. Tak jauh beda sih dengan pindang pada umumnya, yaitu terbuat dari ikan yang dimasak berkuah. Ikannya bisa apa saja, tak ada tuntutan khusus. Pembedanya adalah rasa asam yang dibubuhkan untuk bumbu. Kalau di tempat lain rasa asam segar diperoleh dari jeruk nipis, nanas, ataupun belimbing wuluh, maka keistimewaan Pindang Gunung di Pangandaran ini adalah menggunakan honje.

Honje atau bunga kecombrang memang memberikan rasa khas. Selain asam, juga aroma khas kecombrang yang eksotik. Enak wis. Dhuh, nulis artikel ini saja rasanya liurku sudah terbit lagi. Kapan ya bisa makan Pindang Gunung lagi?

Jus Honje

Jus Honje buatan penduduk Kampung Badud, Margacinta, Pangandaran

Masih soal honje. Si biji kecombrang ini rupanya sedap juga dibuat JUS. Iya, jus, minuman yang buah-buahannya diblender dulu itu. Rasanya? Enak menurutku. Asam-asam segar begitu, dengan tambahan aroma khas kecombrang yang tidak akan bisa ditemukan di bahan lain. Bahkan kalau bisa menemukan Jus Honje yang terbuat dari kecombrang merah, bukan yang putih, rasanya lebih nikmat lagi.

Jus Honje ini cukup mudah ditemukan di resto atau warung makan di sekitar Pangandaran. Disajikan dengan es batu. Segar banget deh, apalagi kalau diminum saat udara panas.

Nasi Liwet
Tahu Nasi liwet kan? Ini nasi yang dimasak dengan kastrol, semacam pot atau panci khusus untuk menanak nasi. Jadi beras cukup dicuci, dan dimasak pakai panci kastrol ini dengan api kecil. Untuk memberikan rasa khas, beberapa rempah bumbu ikut dimasak bersama beras, seperti daun salam, serai, bawang putih, bawang merah, dan cabai iris. Sesuai selera saja sih.

Nasi Liwet disajikan bersama lauk seperti ikan asin, tempe tahu, ikan, ayam, telur dadar, dll. Sesuai kebutuhan dan order kita. Jangan lupa tumisan daun pepaya. Ini akan memberikan tambahan rasa lengkap dengan pedas dan rasanya yang sedikit pahit. Sedaaaap.

Jolem

Jolem, liwetan nasi yang ditanak dengan lauknya sekaligus.

Nah, apa pula Jolem? Jolem pada dasarnya adalah nasi liwet dengan lauk yang dimasak sekaligus. Jadi misalnya kita ingin nasi liwet dengan lauk ikan, maka ikan dimasukkan sekalian di atas beras saat memasaknya di panci kastrol. Jadi, nanti gurih si ikan akan meningkahi rasa nasi liwetnya. Lauknya pun sebenarnya bisa aneka macam. Cuma, karena Pangandaran adalah pantai dengan kekayaan hasil laut, maka kekayaan ikan-ikanan lah yang banyak digunakan untuk lauk liwetan jolem ini.

Kalian sudah pernah coba si jolem?

Seafood Goreng alias Keripik Seafood.
Seafood Goreng yang aku maksud bukan ikan, cumi, atau udang yang digoreng a la ayam Kentucky ya, melainkan ikan, udang, dan cumi yang digoreng sampai kering, sampai renyah.

Seafood Goreng macam itu dengan mudah kita temukan di Pantai Timur Pangandaran. Ada los khusus yang disediakan bagi pedagang yang menjual keripik seafood macam ini.

Kalau kalian mampir ke sini, jangan kaget kalau semua pedagang menyambut kita dengan suaranya yang riuh. Saking riuhnya bisa-bisa kita terintimidasi, kepengennya mendatangi penjaja A, tapi akibat intens-nya suara penjaja yang lain, kaki bisa tuh melangkah ke penjaja lain itu. Nggak apa-apa kok, sah-sah saja membeli di pedagang yang mana pun karena rasa keripik satu sama lain yang dijajakan sepertinya tak jauh berbeda.

Saran, cicip dulu keripik atau seafood gorengnya ya. Pastikan bahan bakunya seperti udang dan cumi masih segar. Terasa kok di lidah. Kalau terasa agak basi, jangan sungkan bergeser ke penjaja lainnya. Cicip lagi, kalau terasa basi lagi, geser lagi. Hm, jangan-jangan dari cicip mencicip ini kita bakalan kenyang duluan ya..

Saran lain, kalau untuk oleh-oleh, beli seafood yang garing. Biar tahan lama. Maklum, ada juga yang cuma digoreng tepung biasa.

Mau tahu favoritku apa? Cumi goreng garing. Agak mahal sih, sekitar Rp 80.000 per 250 gram. Tenang, agak banyak kok itu. Rasanya gurih. Teksturnya renyah. Berasa kepengen ngunyah melulu!

Yupp, selamat berburu kuliner di Pangandaran.

#pesonaindonesia #PesonaPangandaran #FestivalMilangKala #famtripwithpesona
#Traveller #Traveler #TravelBlogger #Blogging #Blogger #Trip #traveling #indonesiaindah #NinaYusab

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2018 Nina Yusab

Theme by Anders Norén