nina yusab

Home

Kekayaan alam dan budaya, semakin dilestarikan, semakin memberikan kesejahteraan bagi kita. Kredo ini rupanya juga menjadi landasan pengembangan wisata di Buleleng, sebuah kabupaten di Bali utara. Seolah tak mau kalah dengan kemajuaan sudut Bali lainnya, Buleleng pun memformulasikan strategi yang tepat untuk menjadikan kekayaan alam

Ngarai Sianok. Sebutan ngarai jelas menunjukkan sebuah lembah curam berbatas tebing tinggi di tepiannya. Demikian juga ngarai Sianok ini. Mendatangi Bukittinggi, Sumatera Barat, tak bakal lengkap tanpa ke ngarai ini. Banyak yang bisa dieksplorasi di Ngarai Sianok, baik wisata alam, wisata buatan, tempat belanja maupun tempat

Tak banyak yang tahu bahwa hari ini, 12 Agustus adalah hari kelahiran salah satu tokoh proklamator kita, Bung hatta. Masih ingatkan, kalau proklamator kita ada 2 orang: Bung Karno (Ir. Soekarno) dan Bung Hatta (Drs. Mohammad Hatta)? Kepopuleran nama Bung Hatta nyaris kalah oleh nama

Jangan nonton Pacu Jawi kalau tidak siap basah. Orang Sumatera Barat menyebut sapi atau lembu dengan JAWI. Nah, Pacu Jawi berarti pacuan sapi. Aku yang baru pertama kali menonton Pacu Jawi, tak lepas dari cipratan dan semburan air dari sapi yang melintas cepat di sawah

Rumah gadang ateh bagonjong, Nan talatak ditapi gunuang,, Rancak indak manih tadorong, Ndak amuah pueh mato mamandang Rumah gadang atasnya bergonjong Yang terletak di tepi gunung Bagus tidak, tapi sangat manis Tidak akan puas mata memandang Pantun tersebut jelas mencerminkan betapa indah sebenarnya gonjong atau bagian atap rumah minang yang melengkung dan lancip

Matahari begitu terik, tapi siang itu ratusan warga keturunan Tionghoa berbondong-bondong melaksanakan tradisi mandi sungai pada tengah hari, antara pukul 11.00 - 13.00 WIB. Tradisi yang jatuh pada tanggal 5 bulan 5 dalam penanggalan Imlek itu berlangsung di Sungai Kapuas, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Tradisi

Dulu, setiap mendengar kata Banyuwangi, yang terbayang di kepala adalah daerah yang rawan santet, wingit, penuh dengan kepercayaan gaib, dll. iya nggak sih? Saat ini, kesan itu bahkan sudah jauh dan tak terpikirkan lagi. Ketika aku blogging ke Banyuwangi pertengahan Mei lalu, kulihat wilayah ini sudah

Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur merupakan desa adat yang dipandang paling otentik mempertahankan seni budaya khas Suku Osing, suku asli Banyuwangi yang ditengarai merupakan keturunan masyarakat Kerajaan Blambangan. Bahasa yang digunakan, seni budaya, dan tradisi Osing masih sangat kental di desa ini.

Suku Osing di Banyuwangi tinggal di beberapa desa, khususnya di Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur. Namun, kekentalan adat budaya yang dianggap masih terpelihara secara otentik, hanya ditemukan di Desa Kemiren, termasuk cara memasak dan mengolah makanan khas suku tersebut, seperti: Pecel Pitik, Uyah Asem, Lepet,

SEGO CAWUK Kenal sego cawuk? Mungkin yang belum paham, namanya dulu adalah sego janganan. Namun akhir-akhir ino dipopulerkan dengan nama Sego Cawuk. Ini sarapan khas Banyuwangi. Kata penduduk, siang sedikit makanan ini sudah tidak afdol dimakan lagi. Jadi penjaja menyajikan sepagi mungkin, maksimal hanya sampai jam