Nina Yusab

Traveling – Culinary – Rundom Thougt

Bali Utara Pukau Wisatawan

Kekayaan alam dan budaya, semakin dilestarikan, semakin memberikan kesejahteraan bagi kita. Kredo ini rupanya juga menjadi landasan pengembangan wisata di Buleleng, sebuah kabupaten di Bali utara. Seolah tak mau kalah dengan kemajuaan sudut Bali lainnya, Buleleng pun memformulasikan strategi yang tepat untuk menjadikan kekayaan alam dan tradisinya kepada khalayak, dan menjadikan wisata sebagai ujung tombak mensejahterakan masyarakat. Salah satunya melalui berbagai festival yang digelar sepanjang tahun.

Yuk kita tengok saja, salah satunya adalah Festival Lovina yang terselenggara di tanggal 10-14 September 2016 ini. Tema yang diusung adalah The Hidden Beauty of Lovina. Keindahan tersembunyi dari Lovina. Pantai Lovina merupakan bagian dari pesisir utara pantai Buleleng. Pasirnya legam. Airnya bening dan terjaga kebersihannya. Melihat sunset dan sunrise mudah dari sini, dan tentu indah sekali. Yang tak kalah memukau adalah seringnya penamakan lumba-lumba! Iya, mamalia laut yang satu ini memang sering ditemui pagi hari. Tak jarang mereka pamer kebolehan meloncat-loncat gembira. Tidak mengherankan jika lumba-lumba ini menjadi ikon wisata di Lovina. Seru lho mengejar lumba-lumba ini. Cuma, cerita ini kutulis terpisah ya, silakan dibaca di Serunya Mengejar Lumba-lumba Dini Hari.

Kembali ke Festival Lovina dulu ya. Festival Lovina tahun ini terasa lebih istimewa karena dirangkaian dengan Sail Indonesia dan Wonderful Sail to Indonesia. Namun demikian, secara umum Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyampaikan The Hidden Beauty of Lovina secara utuh akan mengetengahkan kekayaan wisata laut dan budaya sekaligus. Sehingga selain Sail Indonesia dan Wonderful Sail to Indonesia, serangkaian kegiatan budaya pun diketengahkan, antara lain: Pameran kuliner dan kerajinan, juga lomba Sampi Grumbungan dan aneka atraksi kesenian.

pembukaan festival lovina dengan berbagai atrasi dan pawai

Dari pembukaan kemarin dapat ditengarai jika kegiatan festival semacam ini didukung oleh masyarakat. Setidaknya tiga desa pakraman, yaitu Desa Alibukbuk, Banyualit, dan Tukad Mungga menampilkan gebokan, gong barungan dan budaya lokal setempat. Agenda kegiatan selengkapnya bisa dilihat di sini ya. Siapa tahu teman-teman langsung capcus ikutan nonton festival ini.

gebogan pakraman bali di semburat senja pantai lovina

Penyelenggaraan festival dipusatkan di Binaria Beach Stage. Sedangkan Lomba Sampi Grumbungan dilaksanakan di Lapangan Kaliasem.

FYI, Festival Lovina dibuka oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana. Dan dalam peresmian tersebut hadir Deputi Bidang pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementrian Pariwisata RI Gde Pitana, dan Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Putu Ngurah.

#LovinaFestival #PesonaBali #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia #VisitLovina #VisitBuleleng #VisitBali #BloggerTravel #Traveller #Traveler #NinaYusab

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2018 Nina Yusab

Theme by Anders Norén