Nina Yusab

Traveling – Culinary – Rundom Thougt

Banyuwangi Mengubah Imaji

Dulu, setiap mendengar kata Banyuwangi, yang terbayang di kepala adalah daerah yang rawan santet, wingit, penuh dengan kepercayaan gaib, dll. iya nggak sih?

Saat ini, kesan itu bahkan sudah jauh dan tak terpikirkan lagi. Ketika aku blogging ke Banyuwangi pertengahan Mei lalu, kulihat wilayah ini sudah berhasil mengubah imaji dan persepsi pengunjung. Kini yang terngiang saat kata Banyuwangi diucapkan adalah daerah wisata, kota festival, dan penuh dengan keindahan alam.

Tengok saja, dalam lima tahun terakhir dibuka tempat-tempat wisata baru, seperti: desa adat, pantai, taman nasional, gunung, teluk, dll. Belum lagi puluhan festival siap menggoyang kemeriahan di wilayah paling timur Pulau Jawa ini, baik festival budaya, seni, dan bahkan olahraga yang mengeksplorasi kekayaan alam Banyuwangi. Sekedar tahu, tahun 2016 ini tercatat lebih dari 50 festival akan terselenggara di Banyuwangi.

hewan seperti banteng, merak, dan rusa dengan mudah kita temukan di Savana Sadengan, Banyuwangi, jawa Timur. (foto koleksi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi)

Untuk destinasi wisata alam, paling ekstrim sebagai contoh adalah Alas Purwo. Hutan yang satu ini dikenal sebagai daerah wingit, saaaangat wingit. Tapi hutan tersebut berhasil disulap sebagai destinasi wisata alam! Masyarakat bahkan tak ragu mendatangi hutan yang statusnya telah menjadi taman nasional itu, apalagi kalau bukan untuk berwisata! Padahal, dulu jangankan datang untung berwisata, mau melintas saja masyarakat sudah ragu. Kuatir kalau diculik makhluk halus dan ‘hilang’ dari peredaran dunia manusia.

Kini Alas Purwo yang berlokasi di selatan kota Banyuwangi itu menjadi tujuan wisata utama. Beberapa lokasi di Alas Purwo layak dikunjungi. Misalnya, Savana Sadengan dengan hewan liar yang hidup di dalamnya, seperti merak, banteng, kerbau, rusa dll. Masih di dalam Alas Purwo kita bisa menemukan pura hindu wiwitan. Pura ini sering dikunjungi umat hindu dari berbagai daerah. Lebih masuk lagi akan ditemukan goa-goa yang konon sering digunakan bersemedi dan nenepi oleh spiritual. Dan bila kita teruskan ke ujung alas, terdapat G-Land atau Pantai Plengkung yang termasuk pantai dengan ombak terbaik yang dicari oleh para surfer dunia.

Keren.

Minimal 7 Hari Eksplorasi Banyuwangi
Harus diakui saat ini destinasi wisata di Banyuwangi sangatlah banyak. Untungnya masing-masing destinasi ini saling mengelompok. Misalnya bila kita berawal dari kota Banyuwangi, putuskan, akan ke utara, ke selatan, ke barat atau justru mengeksplorasi kota? Jika ke utara, terdapat Bangsring Underwater dan Taman Nasional Baluran. Taman nasional Baluran sebenarnya masuk wilayah Situbondo, tapi lebih mudah dijangkau dari Banyuwangi. Jadi, jangan lewatkan kesempatan ini. Jarak tempuhnya hanya sekitar 1 jam saja kok dari kota Banyuwangi. di utara juga ada Watu Dodol. Yang satu ini sedang dikembangkan sebagai ikon wisata juga.

Jika tujuannya ke selatan, ada Gunung Ijen yang terkenal dengan Blue Fire. Fenomena api biru alami ini hanya ada dua tempat di dunia, selain Banyuwangi adalah Islandia. Tidak setiap waktu si api biru ini muncul. Disarankan naik ke ke puncak Ijen pada saat tengah malam agar bisa melihat fenomena tersebut. Kemudian, habiskan subuh dan tunggulah sunrise di dekat kawah Ijen. Luar biasa.

Paginya, turunlah ke air terjun Kalipahit dan air terjun Jagir. Sedikit siang seraya menuju kota mampir lah dulu ke desa adat Kemiren. Dengan biaya sekitar 3 juta, kami bersepuluh waktu itu disambut dengan tari-tarian dan kesenian Barong Kemiren. Plus, makan siang dengan makanan khas setempat: Pecel Pitik, Sambel Serai, Lepet, dan Tape Buntut.

Beristirahatlah sehari karena trip ke Ijen hingga makan siang di desa Kemiren cukup menguras tenaga. Barulah berikutnya eksplorasi ke arah Selatan, yaitu Alas Purwo. Nikmati Savana Sadengan, Pura, Pantai Plengkung dan beberapa pantai lainnya di sekitar situ. Jangan lewatkan naik perahu katamaran untuk menikmati hutan magrove Bedul, dan makan siang di atas perahu sambil diayun sedikit ombak.

Pulau Merah adalah salah satu pantai Banyuwangi yang menjadi tujuan wisatawan mancanegara (foto koleksi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi)

Hari berikutnya, perjalanan bisa dilanjutkan ke Barat. Aneka pantai cantik telah menanti, termasuk Pulau Merah, Wedi Ireng dan Teluk Hijau. Sebagian tidak bisa ditempuh dengan jalan darat, harus menggunakan perahu. Seru.

Kuliner Banyuwangi
Berwisata tak lengkap tanpa kulineran. Banyuwangi terkenal dengan mixed food, seperti: Rujak Soto – paduan rujak cingur dengan soto, Rujak Bakso – tabrakan antara rujak cingur dengan bakso, ada juga Pecel Rawon – yang ini mixed antara pecel dengan rawon. Urusan tabrakan ini Banyuwangi lumayan ekstrim. Jujur, tidak semua keterima lidahku yang cukup ‘ndeso’ ini. Silakan dicoba sendiri.

Makanan lain yang cukup menggoda adalah Pecel Pitik, Uyah Asem, Sego Cawuk, Sate Biawak, dan tentu oleh-oleh Bagiak. Bagi penyuka kopi, cicipilah kopi lokal yang rasanya tak kalah dari kopi daerah lain. Mantab wissss.

uyah asem salah satu makanan khas Banyuwangi

Banyaknya destinasi wisata dan festival di Banyuwangi ini tentu tak terlepas dari Strategi Banyuwnagi Mensejahterahakan Masyarakat. Cerita tentang strategi ini kusampaikan dalam tulisan terpisah. Tak kalah seru soalnya.

So, selamat merencanakan trip ke Banyuwangi.

#PesonaBanyuwangi #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia #VisitBanyuwangi #Banyuwangi #JawaTimur #BloggerTravel #Traveller #FoodTraveller #NinaYusab

(Keterangan: Savana Sadengan, Teluk Ijo, dan Pulau Merah merupakan koleksi PemKab Banyuwangi)

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2019 Nina Yusab

Theme by Anders Norén