Nina Yusab

Traveling – Culinary – Rundom Thougt

Daki Mendaki Di Batu Dinding

Kadang, alam membuat kita takjub dengan keberadaannya. Salah satunya adalah Batu Dinding ini.

Ia tersusun tinggi, memanjang, membelah hutan begitu saja. Lebar puncaknya maksimal hanya 10 meter saja. Dindingnya nyaris tegak lurus. Untuk menaikinya kita harus mendaki dari sisi selatan. Setelah sampai di atas, barulah kita menyusuri bagian atas.

Pemandangan sepanjang puncak, indah. Hamparan hutan sekunder di sisi timur cukup lebat, meskipun di sana-sini tampak sudah mulai dimanfaatkan penduduk untuk budidaya tanaman buah naga dan lada.

Sebenarnya, best time berada di puncak Batu Dinding adalah saat subuh. Saat matahari malu-malu keluar dari peraduannya, ketika hamparan pepohonan biasanya masih tertutup kabut tebal. Sayang sekali aku dan kawan-kawan kesiangan sampai di sini. Tapi, tanpa kabut pun. Batu Dinding seksi untuk spot foto kok. Asli. Dijamin.

Pemandangan di atas batu dinding. Batuan karzt tersusun tegak lurus membelah hutan

Pemandangan di atas batu dinding. Batuan karzt tersusun tegak lurus membelah hutan

Jalanan Ekstrim
Batu Dinding terletak di Bukit Suharto, Jl Raya Balikpapan-Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Bila menggunakan kendaraan pribadi dari Balikpapan, setelah Km 45 kendaraan jangan terlalu laju. Akan kita temukan sebuah jalan desa tak beraspal di sebelah kiri. Penandanya hanya gerbang sederhana. Ada tulisan kecil di salah satu sisinya. Tulisan ini kecil saja. Bila tak cermat, bisa terlewat tulisan itu dari mata kita. Atau, begini deh, secepat sampai Km 45, tak salah bila tanya penduduk setempat di mana lokasi Batu Dinding ini. Daripada kelewat. Iya kan?

Jalan desa menuju ke Batu Dinding tak beraspal. Dan seperti biasa kontur tanah di Kalimantan, permukaannya bergelombang. Cerukannya bahkan cukup dalam, sehingga tak layak dilewati oleh mobil sedan ataupun mobil bergardan pendek. Paling aman sih menurutku, naik motor ya, supaya bisa sedekat mungkin mencapai jalur pejalan kaki. Maklum, ketika kemarin akhirnya diputuskan untuk minta tolong penduduk mengantar kita pakai motor, jalan naik turun cukup ekstrim. Untung ke sininya pas panas, jalanan lumayan bisa dilalui. Entah kalau pas hujan. Tanahnya yang merah itu pasti licin habis. Tambah jantungan deh.

Oh iya. Penduduk sekitar yang biasa berkebun, sudah biasa kok jadi ojek dadakan. Dengan biaya 50 ribu rupiah, kita bisa menghemat waktu naik dan turun ke kaki dinding selatan. Sudah begitu kalau jalan kaki lumayan juga sih, perkiraan antara 3-4 km lah. Bisa gempor duluan kaki buat jalan. Padahal kan nanti musti naik.

Nah, kalau teman-teman kemari bermobil, mobil bisa diparkir di batas jalan yang masih terlalui kendaraan roda empat. Selebihnya silakan kontak mas Tono +6281345162665 untuk bantuan ojek. Mas Tono ini pengurus Karang Taruna setempat yang sekakigus menjaga pos loket masuk ke area Batu Dinding. Untuk masuk, biayanya cuma Rp 5.000/orang kok.

Btw, kalau ke Batu Dinding, pastikan tak membuat coretan-coretan, bawa sampah kalian turun ya. Dan yang penting, jangan menggerus bebatuan yang ada sekecil apapun. Supaya tidak longsor. Sayang kan kalau keindahan ini memudar hanya gara-gara keisengan kita?

Satu lagi. Kalau kemari, bawalah perbekalan sendiri. Di jalan naik aku lihat memang ada beberapa warung, tapi jarang buka. Jadi lebih baik menyiapkan sendiri perbekalan kita lah. Biar aman tenteram., tidak haus dan kelaparan.

Segera kunjungi Batu Dinding ya…

#PesonaIndonesia #PesonaKutaiKartanegara #WonderfulIndonesia #PesonaErau2017 #Traveller #Traveler #TravelBlogger #Blogging #Blogger #Trip #Kaltim #VisitKutaiKartanegara #NinaYusab #InstaTravel #Nature

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2018 Nina Yusab

Theme by Anders Norén