Nina Yusab

Traveling – Culinary – Rundom Thougt

Gala Premier: Surat Cinta Untuk Kartini

nina yusab di gala premier kartini

Sebuah catatan, usai aku menonton gala premier film “Surat Cinta Untuk Kartini”.

Film ini menurutku layak tonton. Film Indonesia yang secara umum sering lebay, di film ini kelebay-an itu nyaris tidak ada. Baik penulis script maupun sutradara aku lihat cukup sabar untuk membangun alur yang sederhana.

Aku bilang sederhana karena secera umum cerita tentang Kartini sudah diketahui khalayak. Tapi melalui tokoh Sarwadi si tukang Pos, cerita ini jadi hidup karena menyoroti tumbuhnya cinta antara dua makhluk yang berbeda kasta. Kasta, yang saat itu cukup berperan menggolongkan manusia dalam golongan sosial ekonomi tertentu.

Hidup Sarwadi yang biasa, dalam sekejap jungkir balik saat dirinya bertemu dengan Kartini, perempuan yang sangat menyadari pentingnya pendidikan perempuan. Perempuan wajib berdaya agar bisa mendidik anak-anaknya dengan baik. Ambisi Kartini seolah jadi alat bagi Sarwadi untuk mendekati perempuan ini. Ia yang semula abai dengan pendidikan anaknya, tiba-tiba mendorong anaknya untuk belajar kepada Kartini. Ia juga mengkondisikan tepi sungai sebagai tempat belajar yang nyaman. Semua hal dilakukan Sarwadi untuk selalu dekat dengan pujaan hatinya itu. Laki-laki yang sadar betul dirinya tidak selevel dengan Kartini, tak mematikan harapannya akan cinta.

Di akhir film, Sarwadi bahkan harus menyerah dan menelan kenyataan pahit bahwa dia – ‘Anak Si Raja Langit’ – tak bisa melawan takdir saat Kartini memutuskan untuk menjadi istri keempat dari Bupati Rembang. Pilihan cinta yang egois dengan kebutuhan harus memiliki bahkan ia tukarsandingkan dengan cekokan agar Kartini mendengarkan ambisinya memajukan pendidikan gadis-gadis Jawa.

Isu dan konflik poligami cukup kental memang diangkat di film ini. Meski penulis tak meneruskan bahasannya soal yang satu ini. Tapi terlihat beberapa scene mengemukakan perih dan getirnya poligami dalam balutan keikhlasan perempuan Jawa.

Di akhir tontonan, aku hanya bisa mengambil kesimpulan: Berhentilah mengeluh. Berbuatlah. Jadilah perempuan cerdas, berkarakter, mandiri, dan penuh inspirasi bagi orang lain.

#reviewfilm #galapremier @kartini #ninayusab

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2019 Nina Yusab

Theme by Anders Norén