Nina Yusab

Traveling – Culinary – Rundom Thougt

Geopark Karangsambung, Terlambat Mendunia

Geopark merupakan kawasan geologis yang terbentuk baik secara tektonik maupun vulkanis. Dalam hal ini dapat berupa keindahan alam maupun singkapan geologis. Tahukah kalian kalau Indonesia memiliki empat dari 11 geopark yang sudah diakui dunia? Sebut saja Gunung Batur di Bali, Pegunungan Seribu yang membentang sepanjang Gunungkidul – Wonogiri – Pacitan, Rinjani di Lombok, dan Ciletuh di Jawa Barat.

Sebenarnya masih banyak situs geologi negara kita yang berpotensi menjadi geopark dunia. Sayangnya, pencatatannya di UNESCO terhambat oleh kekurangsigapan pemerintah daerah di mana geopark berasal. Usulan situs geologi menjadi geopark baik nasional maupun internasional, memang harus diajukan oleh pemda setempat. Sedihnya, tidak banyak pemerintah daerah yang sadar bahwa situs geologis ini adalah potensi wisata luarbiasa yang layak dikenal dunia. Tidak heran jika banyak situs-situs geologis kita yang ‘nganggur’ dan hanya dikenal oleh geologist saja. Padahal kalau sudah kita datangi, luarbiasa indahnya, luarbiasa memukaunya.

Salah satu yang cukup terlambat menjadi geopark internasional adalah Geopark Karangsambung. Lokasinya di Kecamatan Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah. Di sini terdapat Kawasan Melange, yaitu kawasan yang terdiri dari campuran aneka ragam kerak bumi. Bebatuan ini campur aduk singkapannya, sedikit banyak dipengaruhi oleh benturan tektonik.

Sebut saja situs Pillow Lava alias Lava Bantal. Situs ini unik karena menunjukkan singkapan geologi, perpaduan antara singkapan tektonik dan vulkanik sekaligus! Tidak banyak lho yang punya keunikan semacam ini. Pillow Lava ini lokasinya di pinggiran Sungai Muncar di Desa Sadang. Performancenya berupa tebing berwarna merah muda, sering juga disebut Watu Kelir karena bentuknya seperti kelir atau layar film. Watu kelir ini ditingkahi lava yang sudah membatu, berbentuk bantalan-bantalan di atasnya. Bentuk inilah yang menjadikan lokasi ini disebut Pillow Lava.

watu kelir di tepi sungai muncar. atasnya merupakan lava bantal atau pillow lava. singkapan alam yang unik. memperlihatkan pertemuan antara pergerakan bumi tektonik dan vulkanik di satu tempat.

pillow lava, singkapan vulkanis. lokasinya tepat di atas singkapan tektonik watu kelir. lihat, betapa kecilnya kami saat berdiri di pillow lava ini

Masih di Karangsambung, kita bisa datangi Sungai Luk Ulo yang melintasi Karangsambung. Di sini ada situs yang sering disebut masyarakat setempat: Geger Boyo atau punggung buaya. Bebatuan yang muncul di pinggiran sungai ini banyak yang berbentuk lancip dan terkesan berdimensi. Di sini kita bahkan bisa melihat bebatuan pembentuk dasar benua kita yang usianya ratusan juta tahun. Batuannya berlapis-lapis dan terdapat keping-keping bening. Sebutannya batuan Sekis Mika.

geger boyo di sungai luk ulo. banyak seklai bebatuan di tepian sungai ini yang merupakan batuan pembentuk dasar benua. usianya puluhan bahkan ratusan juta tahun lalu.

sekis mika, batuan pembentuk benua asia yang muncul di permukaan akibat benturan tektonik. usia batu ini sekitar 118 juta tahun.

Kalau jalan-jalan ke Karangsambung, sempatkan juga ke tebing Batu Rijang di Desa Sadang Timur. Perhatikan tebing di fotoku di atas itu. Formasi tebing batuannya terbentuk 80 juta tahun lalu. Alur yang terpetakan terdiri dari paduan rijang dan batu gamping merah, membentuk alur-alur yang mempesona. Saat mengamati tebing ini, bahkan aku yang bukan berasal dari komunitas geologist bisa menangkap bagaimana bebatuan ini terbentuk.

Saking unik dan pentingnya situs-situs geologi di Karangsambung ini, seluruh mahasiswa geologi nyaris wajib belajar di sini. Bagaimana dengan kita? Tenang, tanpa harus jadi mahasiswa geologi, kita juga boleh kok datang kemari. Ajaklah teman-teman ke geopark ini. Datangi saja Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambing. Ini adalah salah satu badan di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Mereka menyediakan edukasi tentang kekayaan geologis di Karangsambung ini. Edukasi berupa penjelasan melalui multimedia, kunjungan ke Museum Melange yang berada di satu area dengan lembaga ini.

Layanan dibuka untuk umum dalam bentuk rombongan. Rombongan pelajar akan dikenai biara Rp 5.000/orang. Sedangkan untuk non pelajar dikenai biaya Rp 10.000/orang. Murah banget menurutku. Worthed banget untuk wawasan baru yang kita dapatkan di sini.

museum melange merupakan bagian dari lembaga penelitian LIPI

Segera rencanakan perjalanan ke Kebumen. Datangi Geopark Karangsambung dan nikmati ‘perjalanan’ ke masa ratusan juta tahun yang lalu melalui situs-situs geologis yang ada.

Kontak Person:
BALAI INFORMASI & KONSERVASI KEBUMIAN KARANGSAMBUNG
Eko Puswanto MT 0812 1027 4300

#PesonaIndonesia
#PesonaKebumen
#VisitKebumen
#ExploreKebumen
#PlesirBumen
#JazzBenteng
#JazzLukulo
#KebumenKeren
#YuhPlesirKebumen
#rijangsadangtimur #geoparkkebumen #museummelange
#nature #sadangtimur #watukelir #pentuluindah #sunset #kabut
#Blogging #Blogger #Trip #Traveller #Traveler #TravelBlogger #indonesiaindah #indonesia #independenttravel #Langsungenak #NinaYusab #NinaSusilowati

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2019 Nina Yusab

Theme by Anders Norén