Nina Yusab

Traveling – Culinary – Rundom Thougt

Ketika Waktu Membawaku Ke Pulau Kemaro

IMG_20160510_123206

Hari kedua dari FAM Trip ke Palembang, Selasa, 10 Mei 1016, aku dan blogger-bloger lainnya akhirnya sampai di Pulau Kemaro.

Pulau yang terletak di tengah Sungai Musi ini cukup menarik. Nama “kemaro” mengacu pada kata kemarau atau kering. Nama ini menjadi sebutan, mengingat baik sungai sedang surut atau meluap, tak mempengaruhi sedikitpun batas daratan di pulau ini. Tetap. Stagnant. Seolah pulau seluas 55 hektar ini mengambang mengikuti tingginya air. Jadi selalu kering. Kemaro.

Pulau ini dahulu kala merupakan makam peruntukan para ulama yang pada masa raja Sriwijaya ke empat yang banyak didatangkan ke Palembang untuk mengajarkan agama Islam. Makam-makam ini masih ada di pulau.

Kelenteng di Pulau Kemaro
Di tengah pulau terdapat kelenteng yang cukup besar. Di dalam bangunan kelenteng terdapat 2 tanah tinggi. Tanah yang meninggi selayak makam. Dipercaya tanah tinggi ini adalah makam Tang Bun An dan Siti Fatimah.

Tugu Legenda Cinta Pulau Kemaro

Kisah cinta keduanya menjadi legenda rakyat. Saat Tang Bun An yang jauh datang dari daratan Cina ke Palembang, bertemulah pemuda ini dengan putri sultan, Siti Aminah. Mereka jatuh cinta. Dibawalah Siti Aminah ke Cina untuk diperkenalkan kepada keluarga Tang Bun An. Saat akan kembali ke Palembang, keduanya dihadiahi 7 guci. Setiba di Pulau Kemaro, guci ini dibuka. Isinya ternyata hanya sawi asin.

Tang Bun An yang kecewa segera membuang semua guci itu. Saat guci ke 7 dibuangnya, dilihatnya sekilas ada emas di dalamnya. Ia mengejar emas itu ke dasar sungai, tapi dia tak muncul lagi ke permukaan. Siti Fatimah yang khawatir, ikut menceburkan dirinya ke sungai, mencari suaminya. Lagi, tubuhnya tak pernah muncul lagi ke permukaan. Mereka tak pernah ditemukan. Sehingga ketika satu hari muncul dua gundukan tabah di Pulau Kemaro, gundukan atau ranah tinggi ini dipercaya sebagai makam keduanya.

Namanya juga legenda. Boleh percaya, boleh tidak. Tapi, sekedar duduk-duduk di Pulau Kemaro, melihat-lihat pagoda bertingkat sembilan yang dijaga dua naga, ditemani segarnya kelapa muda, dan seorang sahabat untuk sekedar bersendagurau, tentu cukup untuk relaksasi kita.

Dua naga di gerbang pagoda pulau kemaro

Untuk menuju ke pulau ini cukup sewa getek atau perahu dari dermaga di depan Benteng Kuto Besak, Palembang. Sewa sekitar Rp 200.000 pp, muat 10 orang.

#pesonaindonesia #pesonaindonesia #pesonasriwijaya #wonderfulindonesia #ninayusab

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2019 Nina Yusab

Theme by Anders Norén