Nina Yusab

Traveling – Culinary – Rundom Thougt

Mengulik Desa Wisata Margacinta

Jalan-jalan ke Pangandaran, saat ini sudah tak lengkap rasanya bila tidak mengunjungi desa wisata. Yupp. Sejak wilayah ini pemekaran menjadi Kabupaten Pangandaran, penataan kawasan wisata tak hanya menyentuh wisata pantai, tapi pemerintah daerah sepertinya juga menyadari potensi wisata budaya juga. Beberapa desa disulap menjadi desa wisata yang layak dikunjungi. Salah satunya adalah Desa Margacinta.

Desa Margacinta terletak 8 km dari Pangandaran ke arah Barat. Kalau pakai mobil, perkiraan sekitar 50 menitan lah. Ikuti saja Jalan Parigi, sampai menemukan Kantor Kepala Desa Margacinta di sebelah kanan. Untuk menuju dusun andalan dari Margacinta: Kampung Badud, telusuri saja jalan yang ada di samping kantor desa itu. Terus saja jalan sampai ada jalan ke kiri, belok kiri, mengemudilah sekitar 10 menit dan dan belok kiri lagi. Kalau bingung, segera setting Google Map kita deh. Koneksi cukup bagus di sini, jadi map akan menunjukkan dengan tepat.

Desa Wisata Margacinta layak menjadi tujuan wisata.

Margacinta memiliki kekayaan berupa buah-buahan seperti durian, duku, salak, dan manggis. Bahkan, Edi Supriadi, Kuwu Desa Margacinta mengatakan pada saat musim, manggis dari desa ini bisa mencapai 1000 ton! Wuih, itu kan bukan jumlah yang sedikit.

“Dan kalau mau datang saat musim durian, cobalah di bulan-bulan November Desember,” demikian ujarnya saat memandu Blogger Kementerian Pariwisata RI mengelilingi desanya.

Margacinta menurutku istimewa. Sebagai sebuah desa wisata, menurutku desa yang berada di Kabupaten Pangandaran ini cukup lengkap. Selain kekayaan pertanian berupa buah-buahan yang melimpah, desa ini juga memiliki kerajinan khas untuk oleh-oleh, antara lain: tas anyaman dari daun gebang, caping yang terbuat dari bilah bambu bagian dalam, juga kerajinan kolotok (kelontongsapi).

gadis-gadis manis dengan tas daun gebang di tangannya.
on screen: siska, astari, ika, rinda

Kusebutkan di atas, terdapat kampung yang layak kunjung. Sebut saja Kampung Badud. Sebenarnya Kampung Badud adalah sebutan untuk Dusun Margajaya, Desa Margacinta. Karena kesenian Badud lahir dari dusun ini, makanya dusun Margajaya lebih dikenal dengan sebutan Kampung Badud.

Sarana dan prasarana di Kampung Badud ini cukup lengkap, dari saung, kamar kecil, camping ground, juga saung besar untuk berkumpul membuat acara.

camping ground yang nyaman dan aman. camping di Kampung Badud bisa dipertimbangkan untuk kegiatan bersama keluarga.

Dusun Margajaya memiliki Seni Badud. Seni Badud menurutku atraktif banget. Musik tetabuhannya dari angklung sampai kendang, kadang tenang, kadang rampak. Peraga seni – demikian aku menyebut penarinya – punya peran berbeda-beda. Ada yang jadi nenek dan kakek, ada juga yang berperan sebagai hewan seperti macan, babi hutan, dan juga monyet. Apa itu Seni Badud, aku tulis terpisah ya. Bisa dibaca di sini.

Kelebihan lain dari Desa Margacinta adalah makanan khas berupa Nasi Jolem, yaitu nasi liwet yang dimasak di panci kastrol lengkap dengan lauknya. Juga cicipi jus honje yang segar, dan nugget bunga pisang yang nikmat.

nugget bunga pisang, enak. gurihnya bikin nangih.

Mau bermain air juga? Desa Margacinta memiliki sungai dan jembatan yang cantik. Jembatan Pongpet merupakan jembatan gantung. Kita harus berjalan lewati jembatan berwarna-warni ini untuk menuju area wisata. Mobil terpaksa diparkir di area yang tersedia sebelum jembatan. Sedangkan sungai di bawah Jembatan Pongpet juga cukup bersih, dan sering juga digunakan untuk river tubing. Silakan foto-foto dulu di sini, pemandangannya bagus, sayang untuk dilewatkan.

Nah, kurang apalagi? Kalau mau berwisata ke Desa Margacinta, aku sarankan kontak Kepala Desa (Kuwu) dulu, untuk menjajaki apa saja aktifitas yang akan dilakukan di desa ini. Kalau langsung datang, kuatirnya sarana wisata sedang tidak lengkap.

Kontak Person:
DESA WISATA MARGACINTA
Edi Supriadi 0813 2314 5787

#pesonaindonesia #PesonaPangandaran #FestivalMilangKala #famtripwithpesona
#Traveller #Traveler #TravelBlogger #Blogging #Blogger #Trip #traveling #indonesiaindah #NinaYusab

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2018 Nina Yusab

Theme by Anders Norén