Nina Yusab

Traveling – Culinary – Rundom Thougt

Menunggu Symphony of Lights

Langit Hong Kong masih terang malam ini. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 19.00 waktu setempat. Kata mbak Ekha, Carik LE Hong Kong, di musim panas memang biasa seperti itu. Menjelang jam 8 malam, barulah langit gelap dan suasana malam terasa. Lampu-lampu gedung jadi lebih bersinar. Video wall lebih gagah memancarkan cahaya. Lighting multimedia mendapatkan panggung di gedung-gedung yang berderet sepanjang Vivtoria Harbour.

Lautan sinar ini terasa indah. Sayang capturan HPku kurang bisa menangkap keindahan itu. Maklum, modal dengkul. Kamera belum terbeli. Jadi ya berburu foto dengan gadget seadanya. Sudah bersyukur banget kok dengan kondisi ini.

Lhah, kok ngomongin gadget. Balik ke Hong Kong lagi ya…

wisata malam menyusuri pelabuhan Hong Kong

wisata malam menyusuri pelabuhan Hong Kong

Pemandangan malam Hong Kong boleh dikatakan bagus banget. Permainan cahaya menjadi andalan di kota besar yang satu ini. Dari hasil browsing dan keterangan mbak Ekha, di Victoria Harbour terdapat pertunjukan cahaya tepat jam 20.00 waktu setempat. Jadilah kita, sepulang nonton monumen Golden Bauhinia – itu lambang kota Hong Kong, langsung nyebrang dengan Star Ferry dari Pelabuhan Victoria ke Tsim Sha Tsui di Kowloon.

Di Tsim Sha Tsui inilah terdapat promanade, semacam gardu pandang tepat di depan Hong Kong Exhibition Center yang tentu terbatasi lautan. dari titik inilah kita bisa melihat Symphony of Light. Itu semacam pertunjukan mulmideia cahaya yang menjadikan nama Hong Kong masuk dalam Guiness Book Worlds sebagai Pertunjukan Lampu Permanen Terbesar di dunia. Asli penasaran. Makanya kepengen nonton.

Pengunjung Hong Kong yang penasaran melihat pertunjukan ini rupanya bukan sekedar diriku. Aku lihat banyak yang sejak sore sudah nongkrong di promenade ini. Kita bisa duduk-duduk, melamun melihat kapal dan ferry yang sibuk lalu lalang. Kadang melintas tongkang yang membawa bahan bangunan. Hidup sekali pelabuhan di sini. Kulihat sepasang calon pengantin bahkan memanfaatkan lokasi untuk sesi pre wedding. Cantik juga aku bayangkan prewed dengan background gedung-gedung penuh cahaya itu.

Jadi kepengen menikah lagi. Upss.. 🙂

Sambil menunggu, aku meneruskan kegilaanku yang ndeso: apalagi kalau bukan foto-fotoin buah yang di Indonesia jarang. Pagi tadi ketemu dan beli aprikot dan cherry. So, potretin keduanya dalam berbagai angle. Pada dilihatin turis lain, pokoknya keliahatan banget ndesoku deh. biarin. hehehe.

Symphony yang Tak Bunyi
Jam 19.30, promenade semakin dipadati pengunjung. Semua orang berusaha berada di lini depan. Aku juga, berdebar-debar menunggu sespectakuler apa Symphony of Light. Semua orang memegang kamera, atau setidaknya HP kayak aku ini. Siap menangkap pijar-pijar cahaya.

Benar saja. Jam 20.00 terdengar musik sayup. Di depan, di area gedung-gedung di Victoria Harbour, sekilas muncul segaris cahaya laser membelah langit. Segaris saja, kemudian hilang. Tak lama muncul segaris cahaya lagi di gedung sebelahnya. kemudian hilang juga. Aku berpikir, barangkali nyala lampu yang sesekali itu baru ujicoba saja. belum pertunjukkannya. Tapi tunggu ditunggu, pemunculan cahaya laser itu ya cuma segaris, kadang dua garis, tiga garis gitu saja. tidak ada sesuatu yang spektakuler. Hiks.

Penonton lain aku lihat juga kecewa dengan minimnya pertunjukan multimedia ini. Tak sebagaimana yang banyak dibicarakan di dunia maya lah.

symphony yang tak bunyi

Mbak Ekha menyampaikan, saat tahun baru imlek kemarin Symphony of Light ini begitu luarbiasa. Tak hanya permainan laser, tapi lampu-lampu di wall gedung yang menjulang itu menyuguhkan kelap-kelip bentuk yang bagus. Laser yang berwarna-warni dan juga pendaran kembang api aneka warna. Hm, jangan-jangan aku yang salah jadwal. Tapi, sepertinya tidak. Toh, jadwal Symphony of light tertulis setiap hari, jam 20.00 waktu Hong Kong dan berlangsung selama 13 menit. Tepat 13 menit juga cahaya laser yang muncul sesekali itu berhenti.

Jadi?

Mungkin, memang belum rejekiku melihat indahnya Symphony of Light. Untungnya lalu lalang 3 buah kapal yang digunakan untuk wisata di semenangjung ini cukup menghibur. Tapi aku yakin, jauh di lubuk hati pengunjung yang lainnya, ada sebersit kekecewaan. aih, semoga ada kesempatanku suatu saat melihat sajian Symphony of Light yang lebih seru.

#SymphonyOfLight #MultiMedia #VictoriaHarbour #HongKong #VisitHongKong #JalanJalan #Traveller #Traveler #TRavelBlogger #Blogging #Bloger #TradeCity #VictoriaPark #Angkot #AngkutanUmum #Langsungenak #LEHongKong #MemberLangsungenak #NinaYusab

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2018 Nina Yusab

Theme by Anders Norén