Nina Yusab

Traveling – Culinary – Rundom Thougt

Nikmatnya Nasi Penggel Dan Sate Ambal Kebumen

Nikmatnya Nasi Penggel Dan Sate Ambal Kebumen

Wajib hukumnya mencicipi makanan khas daerah setempat saat kita berwisata.
Di Kebumen, Jawa Tengah makanan yang wajib cicip adalah Nasi Penggel dan Sate Ambal. Keduanya benar-benar khas.

Nasi Penggel
Nasi Penggel merupakan hidangan yang dengan mudah kita temukan di pagi hari. Ya, penikmatnya memang banyak memburu makanan ini untuk sarapan. Nama penggel mengacu pada nasinya yang dikepal-kepal sebesar bola pingpong. Untuk nasi kita bebas mau ambil berapa butir. Letakkan saja di pincuk daun yang tersedia. Habis itu beri deh lauk dan sayurnya.

Teman makan Nasi Penggel adalah lodeh nangka muda yang dimasak agak pedas dengan tambahan sayur daun singkong dan irisan tahu tempe. Sementara lauk yang lain berkuah santan juga, terbuat dari tetelan daging dan jeroan sapi macam jantung, paru, iso, dan kikil. Enak lah.

Meskipun mudah menemukan spot-spot pedagang Nasi Penggel di sudut-sudut kota, tapi kalau mau, teman-teman bisa ke Pejagoan. Kalau dari arah kota Kebumen, lewati saja alun-alun dan menujulah ke Jalan Sokka, setelah jembatan yang melintasi Sungai Luk Ulo, di situ berkumpul pedagang Nasi Penggel di kanan kiri jalan. Tinggal pilih saja mau nongkrong sarapan di mana. Rasanya mirip-mirip kok. Harga juga tak jauh beda, antara Rp 13.000 – Rp 15.000/porsi

Pelengkap lain kalau makan Nasi Penggel di Pejagoan ini adalah tempe mendoan. Ajaibnya, tempe mendoan di sekitar sini gedhe-gedhe..! Dengan harga Rp 2.000/tempe, kita bisa dapat tempe mendan panas, nyaris seukuran kertas A4 kali ya… *mulai lebay.. *

Wis, pokoknya enak lah.

tempe mendoan yang besarnya masya allah. lihat deh, kayaknya sebesar lembaran kertas A4, iya nggak sih?

Sate Ambal
Nama Ambal sebenarnya merujuk pada nama kecamatan dimana sate ini berasal, yaitu Kecamatan Ambal. Jalan Daendels membelah kecamatan ini. Di sepanjang jalan itu lah pedagang Sate Ambal menjajakannya.

Yang istimewa dari Sate Ambal adalah sausnya. Kalau sate di daerah lain biasanya diguyur saus kacang, maka di Ambal, sate disajikan dengan saus kacang yang ditingkahi dengan tempe. Ya, saus tempe inilah yang istimewa. Rasanya? Hm, gurih, manis, dan lamat-lamat aroma tempe. Rasa tempe yang diuleg sangat halus memang sudah tidak terlalu mendominasi. Mungkin karena bumbu saus tempe ini begitu kuat. Manis itu lho yang menurutku seharusnya dikurangi dikiiiit.

Terus, pembeda yang lain, Sate Ambal disajikan dengan ketupat, bukan lontong. Dan tahu nggak, ketupat di sini ‘gue’ banget. Apa ya, ketupatnya ditanak dengan benar. Teksturnya jadi pulen, menyatu baik, dan yang pasti empuknya pas.

Saat menghidangkan, biasanya sate ayam, saus tempe, dan ketupat disajikan terpisah. Kita lah yang meramunya sendiri. Mau makan sate ayam tanpa saus, bisa. Toh daging ayamnya sudah berbumbu. Mau akai saus sedikit atau banyak, juga boleh kok. Toh kalau bumbu sausnya kurang, ya tinggal minta lagi tanpa tambahan.

sate ambal khas kebumen. saus tempenya itu yang istimewa.

Saat ini bahkan Sate Ambal sudah dijual online, sebagai sate instan siap makan. Asik kan? Yuk, dicoba ya. Selamat ketagihan deh.

#PesonaIndonesia
#PesonaKebumen
#VisitKebumen
#ExploreKebumen
#PlesirBumen
#KebumenKeren
#YuhPlesirKebumen
#Blogging #Blogger #Trip #Traveller #Traveler #TravelBlogger #indonesiaindah #indonesia #independenttravel #Langsungenak #NinaYusab #NinaSusilowati

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2019 Nina Yusab

Theme by Anders Norén