Nina Yusab

Traveling – Culinary – Rundom Thougt

Offroad Susur Pantai Kebumen

Aku belum pernah offroad. Jadi saat diajak offroad menyusuri pantai Kebumen, aku langsung mengiyakan. Kesempatan langka, iya kan?

Nah, di Kebumen memang sedang dipromosikan yang namanya Wisata Offroad ini. Para offroader ngumpul di komunitas Jeep Wisata Kebumen. Jadi wisatawan diajak naik jeep, dan menyusuri tempat wisata di kawasan ini. Rutenya bisa pilih kok, disesuaikan saja dengan kebutuhan. Kalau tidak tahu mau lewat jalu mana, ya langsung saja tanya ke operator offroad yang menyediakan sarana jeepnya itu.

Sewanya juga lumayan terjangkau menurutku, Rp 500.000/jeep/3 jam. Jeep bisa diisi maksimal empat orang. Dengan tiga jam, kita bisa mendatangi 2-4 lokasi wisata yang satu arah jalannya. Berapa banyak lokasi yang didatangi dalam tiga jam itu sebenarnya juga tergantung kita; mau berlama-lama di satu tempat, bisa. Mau selfie sepuasnya juga boleh. Tapi ya itu, hitungannya 3 jam ya. Overtime 1 jam berarti tambah biaya Rp 100.000, begitu seterusnya.

Kemarin pas Famtrip Blogger Kementerian Pariwisata RI ke Kebumen, kami juga menyempatkan beraktifitas offroad ini. Pengalaman yang ingin kita rasakan adalah susur pantai, naik ke Mercusuar Klirong, dan petik buah. Kami juga berencana melihat sunset di Pantai Menganti. Total jarak sih hanya 50 km, tapi jelajah waktunya itu yang dari jam 09.00 – 20.00 WIB itu yang cukup wah. Bisa dibayangkan berapa tuh nanti sewanya. Tapi demi eksplorasi wisata, boleh lah.

Jam 09.00 WIB kami mulai perjalanan dari titik start di basecamp Jeep Wisata Kebumen. Kita gunakan tiga buah jeep sekaligus agar bisa menampung jumlah semua personil yang ikut. Karena ada empat orang blogger perempuan termasuk aku, mas Sular atau lengkapnya Sularnono yang menjadi ujung tombak sesi perjalanan ini menyarankan agar kami dijadikan satu saja dan dipandu offroader juga. Bisa dibayangkan? Se mobil isinya perempuan semua ini; aku, mbak Tery, Siska, dan juga Anggar. Dua mobil yang lain, isinya cowok semua, ada Ray Jagad Lelembut, Yudha CatatanBackpacker, Joe Adimara, Ain Amush, dan dua orang dari Kemenpar RI yaitu mas Adnan dan pak Musyarif.

Aku sempat mikir sih, barangkali kalau drivernya perempuan, offroadnya bakalan lebih halus dan lembut. Nyatanya, jalur yang kami lewati sama persis dengan jeep-jeep lain. Saat offroad, tiga mobil beriringan. Jeep yang aku tumpangi ada di urutan kedua. Ketika jeep depan melewati perbukitan pasir, kita mengikuti. Mobil depan turun menjorok ke pantai, mobil kita mengekor juga. Jadi, lupakan harapan mobil offroad khusus perempuan ini bakalan dapat dispensasi tantangan. Jadilah, sepanjang susur pantai yang berliku-liku dan berpasir itu teriakan kami paling keras dibanding penumpang di mobil lain yang isinya cowok-cowok itu.

Aku harus acungi jempol lah untuk driver kami, mbak Mia. Dia piawai betul menggocek stir mobilnya itu. Wajah manisnya terus tersenyum meski melewati jalur-jalur yang menurut kami sudah luarbiasa. Jalur yang menurutnya masih ringan! Rupanya istri mas Sular ini memang suka offroad dan mampu mengimbangi kemampuan suaminya.

Mau tahu apa yang terjadi di mobil yang berisi perempuan semua ini? Selama offroad kami sering teriak sekencang-kencangnya karena jalanan dan pebukitan pasir sepanjang pantai itu kadang membuat mobil kami miring semiring-miringnya. Tubuh terpental-pental akibat jalanan yang tak rata. Bahkan saat di gumuk pasir Tegalretno, kami teriak lepas ketakutan karena jalan di depan kami ‘hilang’..! Rupanya kami berada di puncak bukit pasir, dan jalanan menukik tajam. Perut rasanya mencelos. Langsung tanpa disuruh semua teriak sejadi-jadinya. Dhuh seru banget pokoknya. Deg-degan, tapi juga senang luarbiasa.

offroad di gumuk pasir tegalretno. seru abis.

Offroad susur pantai ini menjadi pengalaman tak terlupakan lah. Sedangkan wisata yang lain, yaitu menaiki mercusuar dan panen jambu Kristal dan belimbing madu merupakan pelengkap yang tak kalah menyenangkan

Hiu Terdampar
Ada yang menarik saat kami susur pantai hari itu. Beberapa menit perjalanan dari Pantai Bocor, terlihat di kejauhan ada seonggok tubuh ikan hiu tutul. Hiu ini sudah mati. Penduduk yang ada di sekitar situ mengatakan hiu ini terdampar dalam keadaan mati. Ini bukan kejadian pertama kali ujarnya. Sudah ada beberapa kejadian serupa. Biasanya penduduk memanfaatkan ekor, sirip, dan dagingnya.

Rupanya pantai selatan Kebumen ini merupakan jalur utama migrasi hiu-hiu ini. Kenapa mereka terdampar, apa sebabnya, masih menyisakan tanda tanya besar. Kasihan. Pengalaman melihat makhluk ini terkulai di pantai, menyisakan pilu di dada.

Aih. Dan kami pun meneruskan perjalanan dengan hati berat.

hiu tutul terdampar di pantai selatan kebumen, jawa tengah.

Oh iya. Untuk teman-teman yang mau eksplor wisata Kebumen, jajal lah jeep wisata ini untuk offroad. Jangan lewatkan susur pantai dan offroad di gumuk pasir Tegalretno. Tiga jam cukup kok. Selamat mencoba.

Kontak Person:
JEEP WISATA KEBUMEN
Sularno/Mia 0877 3777 5584

#PesonaIndonesia
#PesonaKebumen
#VisitKebumen
#ExploreKebumen
#PlesirBumen
#KebumenKeren
#YuhPlesirKebumen
#jeepwisatakebumen
#offroad
#gumukpasir
#Blogging #Blogger #Trip #Traveller #Traveler #TravelBlogger #indonesiaindah #indonesia #independenttravel #Langsungenak #NinaYusab #NinaSusilowati

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2019 Nina Yusab

Theme by Anders Norén