Nina Yusab

Traveling – Culinary – Rundom Thougt

Puncak Menara Suar Klirong, Bikin Lutut Kopong

Menara Suar atau kita mengenalnya dengan mercusuar adalah bangunan tinggi dengan lampu suar di puncaknya. Fungsinya adalah menavigasi kapal agar tak terhempas karang ataupun dasar lautan yang landai.

Di Kebumen, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong terdapat mercusuar semacam ini. Sebutannya Mercusuar Klirong. Mercusuar ini berada dibawah koordinasi Kementerian Perhubungan, Direktorat Kenavigasian, Distrik Navigasi Kelas III Cilacap.

mercusuar klirong di kebumen, jawa tengah

Tingginya sekitar 50 meter. Kalau berdiri di kaki mercusuar, lumayan juga musti menengadah untuk melihat puncaknya. Kondisi bangunannya cukup terawat.

Beberapa teman memilih tak menaiki mercusuar ini. Tapi aku, rasanya mumpung di sini, aku ingin memenuhi rasa ingin tahuku. Aku ingin naik ke puncaknya.

Masuk ke ruang paling dasar, terlihat tangga memutar. Aku panjat. Anggar, blogger travel yang akamsi – anak kampung sini – rupanya pernah menjajal naik hingga ke puncak menara. Katanya, jumlah tangga adalah 117 step. Hm, lumayan lah. Kalau aku kuat menuruni dan menaiki kembali tangga di Mata Air Guyangan yang berjulah total 1.600 step, rasanya ini aktifitas mudah saja.

Dan mulailah aku menapakinya.

Menara suar Klirong ini bangunannya bertingkat-tingkat. Setiap ruang memiliki tangga memutar. Satu putaran tangga akan membawa kami ke ruangan berikutnya. Entah karena umurku yang sudah kepala lima, ataukah karena energi sudah terkuras buat teriak-teriak dan ketawa sepanjang offroad susur laut, nafasku lumayan engap juga.

Ada sedikitnya 6 ruang tingkat yang aku lewati. Kalau teman-teman kemari, jangan lupa bawa minum. Tapi saat naik, pastikan tangan kita bebas untuk berpegangan ke terali tangga. Jadi simpan botol minuman kita k etas kecil yang bisa diselempangkan atau ransel. Kalaupun capek naik, istirahatlah dulu. Toh tidak ada yang memburu-buru kita kan? Beberapa ruangan memiliki pintu untuk keluar, ke teras yang melingjari bangunan. Jadi kita bisa keluar dan melihat pemandangan sambil istirahat.

Di ruangan terakhir sebelum sampai di lampu suar, tangga bukan lagi memutar, tapi nyaris tegak lurus. Beberapa teman memutuskan tidak naik. Tapi yang lain termasuk aku memutuskan untuk mencapai puncak. Aku ingin melihat pemandangan di sekitar menara dari lokasinya yang paling tinggi. Aku panjat juga tangga besi tegak lurus itu dengan hati-hati.

Sampai di atas, terbayar upayaku. Meski lutut lumayan kopong kalau melihat ke bawah, ternyata seru melihat pemandangan alam dari puncak mercusuar ini. Semua jadi kelihatan kecil-kecil. Aliran Sungai Luk Ulo kelihatan jelas. Juga tambak-tambak udang di kejauhan.

pemandangann dari puncak mercusuar klirong. kebun menghampar di tepian sungai luk ulo.

Kalau teras melingkar di ruangan bawah dibatasi oleh pagar tembok, maka teras di puncak suar ini dibatasi dengan pagar besi. Di beberapa sambungan pagar aku lihat keropos. Aku jadi memahami pesan guide kami supaya pas di atas, kita tidak boleh menyandari pagar ini.

Lampu suar aku lihat terlindungi atap. Bangunan yang selevel dengan lampu, yang menhgadap ke lautan berupa kaca. Saat siang, lampu ini mati. Tapi aku bisa membayangkan betapa silaunya kalau aku berdiri menghadap ke lampu itu pada malam hari. Lampu ini dioperasikan dengan listrik bertenaga matahari. Panel-panel suryanya aku lihat berada di bagian luar puncak menara ini.

Puas melihat pemandangan dari atas, aku memutuskan turun duluan, meninggalkan teman-teman yang masih asik selfie.

Jadikan Mercusuar Tujuan Wisata
Aku tahu, menara suar ini dibuat bukan untuk wisata. Tapi, bukankah bagus juga kalau dijadikan tujuan wisata sekalian? Pasti banyak peminat karena bagi masyarakat yang jauh dari pesisir, bangunan menara semacam ini selalu jadi magnet keingintahuan. Ya, jadikan saja sebagai sekalian untuk wisata edukasi lah. Toh tinggal membersihkan ruangan agar lebih layak kunjung. Setelah itu, dinding setiap ruangan dimaksimalkan untuk informasi, misalnya tentang apa dan bagaimana manfaat mercusuar, sejarah pembangunannya, dan juga pengetahuan tentang mercusuar yang terkenal di tempat lain. Kalau ada display semacam itu, kan kita malah bisa menjadikan tempat semacam ini untuk fungsi wisata. Iya nggak sih?

#PesonaIndonesia
#PesonaKebumen
#VisitKebumen
#ExploreKebumen
#PlesirBumen
#KebumenKeren
#YuhPlesirKebumen
#jeepwisatakebumen
#mercusuarklirong
#navigasi
Kementerianperhubungan
#Blogging #Blogger #Trip #Traveller #Traveler #TravelBlogger #indonesiaindah #indonesia #independenttravel #Langsungenak #NinaYusab #NinaSusilowati

Next Post

Leave a Reply

© 2019 Nina Yusab

Theme by Anders Norén