Nina Yusab

Traveling – Culinary – Rundom Thougt

Riuhnya Kalong Di Hutan Bambu Sumbermujur

Lumajang memiliki objek wisata yang sangat cukup beragam. Selain banyaknya air terjun dan danau, wisatawan mempunyai pilihan untuk mengunjungi juga hutan bambu. Hutan bambu menawarkan pemandangan yang menarik dengan suasana asri dan sejuk.

Obyek Wisata Hutan Bambu di Kota Gedang ini terletak di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Dari pusat kota Lumajang, jaraknya sekitar 30 kilometer, dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi baik roda 2 maupun roda 4.

Yuk, kita kulik lebih jauh hutan wisata ini.

Desa Sumbermujur berada di lereng Gunung Semeru. Desa ini memiliki kawasan hutan bambu seluas 14 hektar. Puluhan rumpun bambu menjulang tinggi. Terdapat sedikitnya 16 jenis bambu tertanam di hutam ini, baik dari jenis lokal maupun jenis bambu yang bibitnya sengaja dibawa dari luar negeri seperti Jepang dan Thailand.

Tak sebagaimana biasa rumpun-rumpun bambu yang terkesan singup dan angker, kumpulan rumpun bambu di hutan ini justru terlihat asri dan indah. Sinar matahari malu-malu menyelusup di tengah dedaunan. Angin berhembus segar, mengelus telinga. Suara gemericik air sayup terdengar.Menenangkan.

hutan bambu sumbermujur, tenang dan bersih.

Masyarakat Sadar Wisata di Desa Sumbermujur rupanya menyadari betul pemeliharaan hutan akan memberikan manfaat kepada mereka. Tidak hanya manfaat wisata, melainkan juga manfaat pelestarian.

Masyarakat benar-benar menjaga kebersihan hutan sehingga pengunjung akan menemukan hutan yang nyaman. Bangku-bangku panjang yang terbuat dari bambu dapat ditemukan di sana-sini. Area jalan sebagian telah diconblok sehingga memudahkan pengunjung masuk ke areal hutan. Jalan ini secara psikologis menggiring pengunjung tetap berada di jalur jalan, memasuki hutan bambu yang batangnya secara alamiah melengkung, membentuk terowongan.

Pokdrwis Desa Sumbermujur, penggerak wisata hutan bambu di Lumajang.


(Capture: Sendy Aditya Saputra)

Konservasi dan Mata Air
Konservasi hutan bambu di Sumbermujur memang telah dilakukan sejak lama. Pilihan bambu sebagai tanaman konservasi merupakan pilihan tepaat mengingat jenis pohon ini cepat bertumbuh. Usia 5 tahun bambu sudah dewasa dan membentuk rumpun lebat. Perakarannya mampu memerangkap air. Tidak mengherankan, dimana banyak bambu, biasanya terdapat sumber air bersih. Demikian juga di Desa Sumbermujur ini. Mata air atau belik Deling yang berada di tengah hutan bambu Sumbermujur telah menjadi sumber hidup bagi masayraakat di sekitarnya. Belik yang airnya begitu jernih ini telah mengairi sawah dan menjadi sumber air minum bagi 3 desa.

mata air deling adalah sumber air untuk tiga desa.

Kepala Desa Sumbermujur menjelaskan, di hulu mata air yang tertutupi rumpun dan semak, terdapat terowongan alam setinggi orang dewasa. Dari sanalah air ribuan kubik ini mengalir tenang. Air ini diyakini masyarakat bisa menyembuhkan mereka yang stroke ringan. Penderita stroke cukup membasuh tubuhnya di sini. Itu kenapa pada rencana pengembangan wisata hutan bambu ini, akan dibangun bangku-bangku batu sederhana untuk memudahkan pencari manfaat kesehatan dari air belik Deling ini.

Monyet dan Kalong
Saat kita datang ke Hutan Bambu Sumbermujur, jangan lupa membawa sedikit kacang-kacangan. Di hutan ini terdapat ratusan monyet yang cukup jinak. Wisatawan bisa berinteraksi dengan monyet-monyet ini. Julurkan saja tangan berisi kacang, dan mereka akan berdatangan. Tak jarang bahkan mereka duduk di samping kita sambil terus mengunyah makanan yang kita berikan.

monyet-monyet di hutan bambu sumbermujur jinak-jinak.

Yang tak kalah seru, di hutan bambu ini juga terdapat pohon-pohon besar yang menjadi habitat kalong alias kelelawar. Kalong-kalong di sini cukup besar. Sesiangan mereka bergelantungan tidur. Meskipun demikian, jika kita memukulkan batang bambu ke tanah, mereka akan bertebangan sebentar di sekitar tajuk pohon, kemudian kembali untuk bergantungan. Seru.

Sebenarnya akan asik kalau kita bisa melihat kalong-kalong ini lebih dekat. Maklum, pepohonan tempat hewan ini hidup cukup tinggi. Leher capek juga kalau menengadah terlalu lama. Cuma, melihat mereka bertebangan, dengan suara cuitan yang cukup riuh, kok sayang juga bila dilewatkan. Andai ada semacam gardu pandang di situ.

Wisata Hutan Bambu Sumbermujur, Lumajang secara umum layak kunjung. Sekilas aku bahkan melihat ada pembangunan areal parkir dan juga kolam renang. Hm, semoga di masa mendatang hutan ini lebih banyak dikunjungi.

Kuliner Setempat
Mengunjungi Wisata Hutan Bambu, tak lengkap tanpa mencicip kuliner setempat. Masyarakat memiliki kuliner khas, semuanya berbasis sumber alam setempat, antara lain: Ayam Panggang (peteteng), Sayur Krecek Rebung, Nasi Pisang, Sayur Balung Pisang, Kresengan Pelepah Pisang (debog), dan Empal dan Botok Jantung Pisang.

Sayangnya semua harus dipesan dulu sebelum datang. Aku pun cukup beruntung bisa mencicipi sayur krecek rebung. Tekstur rebung yang sudah menjadi krecek ini jadi mirip usus ayam. Soal rasa, tentu mengikuti bumbu yang digunakan. Kemarin si krecek rebung ini dimasak santan. Bumbunya yang sederhana justru menjadikan krecek rebung mengemuka. Enak wis.

Tenang, aku sudah mengantongi cara pembuatan krecek rebung ini. Kapan-kapan aku posting resepnya terpisah ya.

#PesonaIndonesia #HutanBambuSumbermujur #HutanBambu #MataAirDeling #MataAir #VisitLumajang #Traveller #TravelBlogger #Instagramer #NinaYusab #Subermujur #Krecek #KrecekRebung #Rebung #Langsungenak

Keterangan Feature Image: Riuhnya Kalong Di Hutan Bambu Sumbermujur, Lumajang

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2018 Nina Yusab

Theme by Anders Norén