Nina Yusab

Traveling – Culinary – Rundom Thougt

Sampi Gerumbungan: Nonton Sapi Unjuk Diri

Huwaaaa, kemarin di Buleleng ada Lomba Sampi Gerumbungan. Seru banget!

Kalian yang belum tahu apa itu Sampi Gerumbungan, simak dulu: orang Bali menyebut sapi dengan sampi. Nah, gerumbungan adalah genta atau kelontongan sapi yang dikalungkan di leher hewan bertanduk ini. Genta ini terbuat dari kayu, cukup besar dan dihiasi lukisan aneka warna. Gerumbungan merupakan salah satu perhiasan yang dikenakan si sapi saat unjuk diri dalam sebuah kontes atau lomba.

Berbeda dengan lomba sapi pada umumnya, yang sifatnya pacuan atau adu cepat, maka Sampi Gerumbungan lebih mengedepankan nilai estetis dan kegagahan si sapi. Boleh dikata, ini adalah kontes kecantikan lah. Sapi yang paling sehat, gagah, dengan dandanan paling modis, dan dapat berjalan lurus sesuai arahan joki, dia akan menjadi pemenang. Lumayan lho hadiahnya. Di Festival Lovina kemarin, hadiah bagi juara 1 adalah Rp 7.500.000, sedangkan juara 2 dan 3 akan menerima Rp 6.000.000 dan Rp 5.000.000. Lumayan banget dong.

satu team sapi gerumbungan terdiri dari dua ekor sapi yang sudah dihias-rias

Salah satu rangkaian Festival Lovina 2016 kemarin adalah Lomba Sampi Gerumbungan, tepatnya terselenggara di Lapangan Kaliasem, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Pesertanya 12 pasang sapi yang diikuti oleh tiga kecamatan saja, yakni Kecamatan Buleleng, Sawan, dan Banjar. Dulu, pertunjukan ini digelar usai musim panen padi tiba sebagai bentuk rasa syukur.

Sapi Pilihan
Ibarat memiliki bibit, bebet, dan bobot, tidak sembarang sapi bisa mengikuti kontes. Syarat utama peserta haruslah sapi lokal Bali dari keturunan tertentu. Cirinya mudah, saat berjalan kepala sapi menengadah gagah, dan ekornya naik. Untuk menambah daya tarik, perhiasan pun disematkan di sepasang sapi yang akan dilombakan. Perhiasan
diletakkan di kepala, leher, kaki, dan penyelah di bagian tengah. Deretan umbul-umbul bendera juga mempercantik penampilan si sapi. Sedangkan si joki menaiki tunggangan dengan posisi duduk sembari menyelipkan cepeti di pinggangnya. Keindahan dan keserasian menjadi variabel penilaian juri.

sampi gerumbungan dinilai dari kelemahlembutannya saat berjalan layaknya peragawati di catwalk dan juga ekornya yang wajib naik.

Latihan berjalanpun secara rutin diselenggarakan seminggu sekali. Disiplin latihan penting agar sapi bisa menerima arahan joki untuk berjalan lurus dengan kaki seolah menari sehingga keroncongan yang dipasang di kakinya bersuara rampak teratur.

Urusan berjalan lurus ini yang susah. Maklum, namanya saja hewan ya, kadang tidak mau tahu si joki menyuruhnya kemana. Tak jarang sepasang sapi yang harusnya lurus malah ngeloyor ke arah penonton, yang tentu saja langsung bubar tunggang langgang daripada kena seruduk sapi.

Keseruan tradisi Sampi Gerumbungan telah menjadi unggulan wisata Kabupaten Buleleng, sehingga setidaknya setahun sekali event semacam ini terselenggara. Penonton yang menyaksikan pun tak keberatan berpanas-panas.

Untuk mendapatkan sepasang bibit anakan sapi gerumbungan yang bagus, peserta harus merogoh kocek cukup dalam. Seekor sapi berumur 2,5 tahun dipatok sekitar Rp 20 juta/ekor. Sapi yang juara pada lomba ini biasanya harganya naik. Dan yang pasti mereka menjadi kebanggaan bagi pemiliknya.

Mau juga nonton Lomba Sampi Gerumbungan? Datanglah ke Buleleng, Bali.

#LovinaFestival #PesonaBali #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia #VisitLovina #Visiy Buleleng #VisitBali #BloggerTravel #Traveler #SampiGerumbungan #NinaYusab

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2019 Nina Yusab

Theme by Anders Norén