Nina Yusab

Traveling – Culinary – Rundom Thougt

Susur Mahakam, Kunjungi Danau Semayang dan Melintang

Biasanya wisatawan yang menyusuri Sungai Mahakam, ingin melihat pesut – si lumba-lumba air tawar. Sayangnya, semakin susah saja menemukan pesut hari gini. Populasinya semakin langka, terhimpit habitatnya oleh kegiatan manusia. Tapi, andaikata tak menemukan pesut, bukan berarti susur Sungai Mahakam menjadi tidak menarik. dalam perjalanan kita bisa mampir ke peternakan Kerbau Kalang, melintasi Danau Semayang dan Danau Melintang, jugあ Muara Muntai.

Kerbau Kalang
Kerbau Kalang adalah sistem ternak kerbau di atas sungai. Kandang kerbau berada di atas air. Tak jarang mereka diumbar berenang untuk mencari makan.

Kerbau Kalang berbadan gagah dengan tanduk yang kompak. Kerbau ini sekarang menjadi tumpuan mata pencaharian peternak. Selain dagingnya dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal, pembelinya juga banyak yang datang dari luar Kaltim, yakni dari Kalimantan Selatan dan juga Toraja. Rupanya Kerbau Kalang banyak diminati untuk upacara adat.

Di Toraja, tanduk kerbau dipasang di rumah-rumah Tongkonan, rumah adat Toraja. Semakin banyak tanduk yang tersusun, biasanya semakin tinggi status seseorang.

Desa Melintang
Ketika menuju ke peternakan Kerbau Kalang itu, kami melewati dua danau yang menyatu dengan Sungai Mahakam, yaitu: Danau Semayang dan Danau Melintang. Keduanya berdekatan. Danau Semayang sangat luas, sekitar 13.000 hektar. Saking luasnya bahkan membentuk horizon karena mata kita tak bisa menjangkau tepian sana. Kalau ketinting kita menghadap ke hulu, Danau Semayang ini terletak di sebelah kiri Sungai Mahakam. Sedangkan Danau Melintang berada di sisi kanan. Bila air sedang surut keduanya seolah menyatu. Sedangkan bila air pasang, kedua danau ini terpisah.

Nah, di Danau Melintang itulah terdapat Desa Melintang. Desa ini seperti mengambang di atas air karena dibangun di atas pasak-pasak kayu dan rakit. Kami pun mampir di sini, melihat pembuatan ikan asin, yang menurutku cukup bersih. Bagaimana tidak bersih, ikan asin di sini diasinkan dengan garam pekat dan dijemur di atas rakit. Jauh dari debu dan lalat. Sudah begitu, ikan tangkapan hari itu juga lah yang langsung dibersihkan oleh nelayan setempat, dan langsung diasinkan. Benar-benar fresh ikannya. Hasilnya, bau ikan asin terasa segar dan membangkitkan selera. Pasti lah, aku ikut borong ikan asin di sini. Satu kardus siap di bawa pulang. Ups, sekardus buat berdua ya itu. Untukku dan pesanan mama Schode Ilham.

ikan asin dijemur di atas rakit, jauh dari debu dan lalat.

ikan asin dijemur di atas rakit, jauh dari debu dan lalat.

Sekedar info saja, dari satu pengasin di Desa Melintang ini setiap minggu rata-rata dikirim 2.000 kg ikan asin berbagai jenis, seperti: ikan toman, baung, haruan, sepat, dan puyu. Semua ikan berasal dari Sungai Mahakam, Danau Semayang, dan Danau Melintang. Konsumen berasal dari berbagai kota di Indonesia.

Muara Muntai
Usai melongok Desa Melintang, kami bergerak ke Muara Muntai. Di kecamatan ini yang menarik adalah jembatan kayu terpanjang di Kutai Kartanegara. Jembatan kayu ini menghubungkan rumah-rumah di tiga desa sekaligus. Kalau aku bilang sih jembatan berfungsi sebagai jalan desa. Hanya saja semua terbuat dari kayu ulin. Rapi sih. Bagus. Sayangnya, jembatan ini bebas dilalulangi oleh kendaraan bermotor. Padahal banyak kait paku yang sudah agak longgar, jadi kalau ada motor lewat: berisik. Hiks.

Di Muara Muntai ini kulihat ada beberapa penginapan. Sayang sekali kuliner di sini tidak digarap dengan baik. Makanan yang dijajakan seadanya. Rasanya jauh dari harapan. Padahal, kalau mau, andaikata ikan-ikan yang mudah di dapat itu dimasak dengan baik, dibakar dan digoreng dengan bumbu yang tepat, pasti menarik. Apalagi kalau ditemani dengan sambal. Dhuh, pasti sedap sekali.

Selesai sudah susur Sungai Mahakam. Kami pun segera berbenah naik ketinting lagi untuk kembali ke dermaga. Dan, beruntungnya, di perjalanan pulang inilah kami Beruntung Bertemu Pesut-pesut Mahakam!

Ikuti kisahnya di tulisan yang berbeda ya…

Jangan lupa follow instagram dan twitterku: @NINAYUSAB

#PesonaIndonesia #PesonaKutaiKartanegara #WonderfulIndonesia #PesonaErau2017 #VisitKukar #Traveller #Traveler #TravelBlogger #Blogging #Blogger #Trip #Kaltim #VisitKutaiKartanegara #DanauSemayang #DanauMelintang #DesaMelintang #MuaraMuntai #Pesut #LumbaLumbaAirTawar #IkanAsin #Nelayan #SungaiMahakam #KerbauKalang #InstaTravel #KalimantanTimur #KotaBangun #NinaYusab

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2018 Nina Yusab

Theme by Anders Norén