Nina Yusab

Traveling – Culinary – Rundom Thougt

Tiba-tiba Iseng

kereta dari kulit jeruk
Entah, sore tadi, mengupas jeruk bali kok tiba-tiba tanganku iseng saja membuat kereta legendaris ini. Aku bilang legendaris, karena generasi 80an ke belakang boleh dipastikan masih mengenal mainan sederhana ini.

Ingat banget di masa kecil, dibuatkan mainan ini sudah girang betul. Boro-boro game konsol yang canggih, waktu aku piyik, rasanya hanya mengenal kereta dari kulit jeruk bali ini, yoyo, egrang, lempar karet, gasing, kelereng, benthik dll.

Aku tidak yakin generasi setelah tahun 90an masih mengenal mainan yang aku sebutkan itu. Maklum, serbuan teknologi tinggi turut menggeser jenis mainan tradisional itu.

Aku sendiri masih sempat mengenalkan sebagian mainan tradisional tersebut ke anak-anakku. Mainan yang membuat mereka keluar ruang. Tidak suntuk melulu ngekepin komputer.

Aku lihat orangtua jaman sekarang kok lupa mengajak anak-anaknya main keluar ruangan. Sedikit-sedikit anak malah disodorin gadget, biar asik dan tidak mengganggu orangtuanya yang mau berasik-asik chatting dan bersocial media.

Berbagai alasan menyeruak: biar anak lebih pinter, sampai anak baru diam dari tangisnya setelah pegang gadget. Tak jarang mengatasnamakan kemajuan.

Tapi kalau aku boleh berpendapat, ada waktunya anak harus bergerak, bertumbuh dengan bercanda bersama teman-temannya. Bermain, berkonflik dan mengatasi masalah dengan caranya. Banyak hal yang bisa dilakukan tanpa gadget, dan tentu bermanfaat.

Jangan lupa. Kehidupan sosial tak bisa digantikan dengan alat canggih, secanggih apapun. Jangan sampai anak kita tidak membumi akibat keegoisan orangtua yang memburu keasikannya sendiri.

Nanti, ada masanya gadget akan menjadi bagian dari kehidupan anak-anak kita. Tapi saat ini, jangan buat anak mencandu gadget, apapun alasannya. Please.

#iseng #mainantradisional #gadget #ninayusab

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2019 Nina Yusab

Theme by Anders Norén