Nina Yusab

Traveling – Culinary – Rundom Thougt

Wisata Jember, Science Techno Park dan Pantai Papuma

Jember selama ini dikenal dengan event-nya Jember Fashion Carnival. Ini semacam parade di mana penampil mengenakan kostum yang menarik, meriah, warna cerah serta berumbai-rumbai. Ekstra glamour. Event yang sudah mendunia ini tetap mencoba mengetengahkan ciri khas nusantara baik dalam design maupun bahannya yang khas.

Seru banget pasti andai bisa menonton Jember Fashion Carnival itu. Tapi kalau datang ke Jember, jangan lewatkan pula dua ikon wisata lainnya, yaitu: Coffee & Cocoa Science Techno Park dan Pantai Papuma.

Coffee & Cocoa Science Techno Park
Berlibur di Coffee & Cocoa Techno Park atau CCSTP ini murah meriah. Jaraknya hanya sekitar 30 menit perjalanan berkendara dari pusat kota Jember, menuju ke Desa Nogosari, Kecamatan Rambe Puji, Kabupaten Jember, jawa Timur. Gunakan kendaraan pribadi ya, karena tidak ada kendaraan umum yang lewat di sini.

CCSTP alias Taman Sains dan Teknologi Kopi dan Kakao ini merupakan bagian dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka Jember). Tak hanya sebagai taman belajar, taman di kawasan Puslitkoka ini juga menarik sebagai tempat wisata. Itu kenapa sejak tahun 2016, secara resmi tempat ini ditahbiskan sebagai Taman Sains dan Teknologi Kopi dan Kakao yang terbuka untuk umum.

Di pusat penelitian yang sudah eksis sejak tahun 1911 itu, dan luas mencapai 380 hektar, Puslitkoka di Jember bisa menjadi tempat bagus untuk belajar tentang kopi dan kakao, dari kebun hingga siap saji. Masyarakat dapat menikmati fasilitas wisata yang disediakan dengan biaya murah, hanya Rp 10.000 saja perorang. Dengan biaya itu, kita akan diajak keliling dengan mobil wisata keliling perkebunan untuk melihat pohon kakao dan kopi yang sudah melalui proses pemuliaan.

Siap-siap ya melihat kebun percontohan kopi dan kakao.

ini mobil wisata untuk keliling pusat penelitian kopi dan kokoa (puslitkoka)

Itulah mobil wisata yang digunakan untuk keliling puslitkoka. Mobil wisata berupa odong-odong yang sudah dihias rias cantik akan melewati jajaran pohon mahoni di kanan kiri. Teduh. Di belakang jejeran pohon mahoni terdapat kebun pecobaan untuk kopi dan kakao. Di sebagian kebun ini juga dipelihara rusa, baik rusa totol maupun rusa hutan khas Indonesia. Fasilitas lain yang disediakan berupa homestay dan kolam renang untuk anak-anak. Jadi lumayan lengkap lah.

Nah, dengan mobil wisata ini kita akan berkeliling dulu melalui kebun, homestay dan juga kolam renang tersebut. Setelah itu kita akan diturunkan di tempat pengolahan biji kopi dan kakao untuk memahami proses pembuatan kopi dan kakao sehingga jadi produk akhir yang siap dikonsumsi. Olah pascapanen kakao terbuka untuk dikunjungi seperti tempat fermentasi, pengeringan, pembuatan mesin, sampai pembuatan kopi dan cokelat siap saji. Hasil akhir dari ruang pengolahan kakao ini ada yang berupa cokelat bubuk, biasanya untuk bahan minuman cokelat ataupun kue-kue, dan cokelat batangan (bar) ataupun permen.

Setelah memahami proses pasca panen, wisatawan bisa berjalan sedikit lagi bila ingin mencicipi kopi dan cokelat dalam berbagai bentuk sajian, seperti kopi bubuk arabika maupun robusta baik yang masih murni maupun diberi tambahan penghangat jahe, cokelat bubuk, minuman siap saji, cake, dan juga permen cokelat aneka bentuk yang siap di bawa pulang sebagai oleh-oleh.

belanja oleh-oleh hasil kebun puslitkoka, jember, jawa barat.

Oh iya, di CCSTP ini juga ada saung-saung dan gazebo yang siap digunakan bila kita mau menyelenggarakan arisan atau acara keluarga besar. Hubungi saja pengelolanya untuk booking terlebih dahulu ya. Kuatirnya sudah ada rombongan lain yang akan menggunakan gazebo tersebut.

Makan Ikan di Pantau Papuma
Usai mendatangi CCSTP di Puslitkoka Jember aku dan rombongan bergeser menuju Pantai Papuma. Jaraknya, sekitar 1 jam perjalanan. Lokasinya tepatnya adalah di desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Pantai Papuma berpasir putih. Nama pantai ini sebenarnya adalah Pantai Malikan, hanya saja beberapa tahun terakhir nama beken PAPUMA yang semakin diperkenalkan secara luas. Papuma sebenarnya singkatan dari Pantai Putih Malikan.

Deburan ombak cukup keras menerpa pantai. Yang menarik dari pantai ini adalah gugusan batu karang yang berdiri garang di tengah laut. dan menjadi daya tarik khas Pantai Papuma. Kita bisa foto-foto sepuasnya di sini. Mana pas kita sampai di pantai ada semburat pelangi di langit Papuma. Indah.

pelangi menghiasi langit pantai papuma.

Pantai ini cukup bersahabat untuk foto pre-wedding lho. Kemarin bahkan kita lihat ada pemotretan pasangan berbaju pengantin di pantai ini. Aku membayangkan hasil fotonya pasti cantik sekali.

Selain itu kapal-kapal nelayan juga jadi pemandangan tersendiri. Saat malam, nelayan di pantai ini mencari ikan bukan dengan cara menjaring atau memancing, melainkan menggunakan tombak. Jadi mereka menyelam ke sekitar karang, dan menombak ikan-ikan ini. Keahlian menombak tepat sasaran, yaitu di bagian insang benar-benar diuji. Maklum, bila tombak mengenai badan ikan, isi perutnya akan terburai dan ikan akan mudah busuk sesampainya mereka di darat. Tak laku lagi saat dijual.

Nah, ikan-ikan hasil melaut inilah yang dibakar atau digoreng untuk disajikan kepada wisatawan di Pantai Papuma. Bisa dibayangkan kan kesegarannya? Sejauh ini hasil melaut masih mencukupi untuk kebutuhan konsumsi warung-warung makan di sepanjang pantai. Tapi Ibu Umi, salah satu pemilik warung ikan bakar mengaku kadang mereka harus mencari tambahan pasokan ikan dari lokasi lain bila cuaca tak mendukung nelayan pergi melaut.

ikan bakar khas sajian pantai papuma.

Duduk-duduk di tepi pantai sambil minum kelapa muda dan makan ikan, memang merupakan paduan dahsyat yang tak ada bandingnya. Apalagi jika ikan dibumbui dengan bumbu yang tepat. Enak wis.

Jangan lupa kalau memesan ikan bakar, pesanlah juga udang bakarnya. Tak kalah lezat. Lupakan dulu diet. Sayang kalau dilewatkan makanan seenak ini.

Sudah, segini dulu ya tulisan ini. Mau makan dulu. Keburu habis itu nanti ikan dan udang di tangan penjarah (baca: teman-teman).

#PesonaIndonesia #PantaiPapuma #Pantai #Laut #Ombak #VisitJember #Traveller #TravelBlogger #Instagramer #NinaYusab #PreWedding #Nelayan #IkanBakar #UdangBakar #Makan #PantaiMalikan

Keterangan Feature Image: Pantai Papuma

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2018 Nina Yusab

Theme by Anders Norén